KLATEN — Bhayangkara-lipsus.com –– Dewan pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten menggelar acara silaturahmi dan konsolidasi yang dilaksanakan di desa Wanglu Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten pada Sabtu 12 September 2026.
Tujuan diadakannya Silaturahmi dan Konsolidasi antar kader PSI untuk menjalin silaturahmi antar pengurus dan antar anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di kecamatan Trucuk, khususnya dan Kabupaten Klaten pada umumnya.
Selain silahturahmi dan konsolidasi, dalam acara tersebut juga di adakan pembentukan struktur organisasi sekaligus perkenalan antar pengurus, pembentukan struktur dinilai penting agar keberadaan partai tidak hanya terlihat pada tingkat kabupaten, tetapi juga mampu hadir dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah kecamatan.
Dengan struktur yang telah terbentuk di seluruh Klaten, PSI kini memiliki modal organisasi untuk melanjutkan agenda berikutnya. Konsolidasi, pengenalan tokoh, serta persiapan Rakerda menjadi sejumlah langkah yang akan dilakukan untuk memperkuat keberadaan partai di Kabupaten Klaten.
Pertemuan di Trucuk menjadi salah satu bagian dari proses tersebut. Selain membahas organisasi, kegiatan tersebut sekaligus mempererat komunikasi antar pengurus dan menjadi ruang untuk menyusun langkah PSI Kecamatan Trucuk ke depan.
Dalam kesempatan Ketua DPD PSI Kabupaten Klaten, Joe Adma, mengatakan pertemuan di Trucuk tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diarahkan untuk membahas penguatan DPC PSI Kecamatan Trucuk beserta struktur kepengurusan yang akan dikembangkan ke depan.
Ia menjelaskan, perkembangan organisasi PSI di Kabupaten Klaten sejauh ini terus menunjukkan kemajuan. Struktur partai di seluruh wilayah Kabupaten Klaten disebut telah terbentuk secara menyeluruh.
Joe Adma menjelaskan, bahwa konsolidasi organisasi menjadi pekerjaan penting yang terus dilakukan PSI Klaten. Dengan struktur yang semakin kuat, partai berharap komunikasi antara pengurus di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
“Sampai tahun ini kami fokus pada struktur. Targetnya di akhir tahun struktur sudah seratus persen terbentuk, dan sekarang sudah 100 persen,” katanya.
Joe Adma juga menyampaikan bahwa PSI merupakan partai yang terbuka bagi masyarakat. Menurutnya, siapa pun memiliki kesempatan untuk bergabung dan memberikan kontribusi melalui partai selama memiliki semangat untuk ikut berbuat bagi masyarakat.
Semakin banyak elemen masyarakat yang ikut bergabung, semakin besar pula potensi partai untuk menghimpun gagasan dan aspirasi dari berbagai kelompok. Karena itu, PSI Klaten terus mendorong pengurus di setiap tingkatan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat.ujar Joe
Kehadiran struktur partai hingga tingkat kecamatan diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendekatkan organisasi dengan masyarakat. Pengurus di tingkat bawah dinilai memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Silahturahmi dan Konsolidasi di Trucuk juga menjadi bagian dari rangkaian penguatan organisasi PSI di Kabupaten Klaten. Joe Adma menyampaikan bahwa pembentukan struktur di seluruh wilayah Klaten telah dilakukan.
Dengan dibentuknya struktur kepengurusan tersebut, PSI Klaten selanjutnya akan mengarahkan perhatian pada penguatan internal, koordinasi antarpengurus, serta penyusunan berbagai agenda partai ke depan.
Langkah tersebut juga dipandang penting untuk mempersiapkan PSI Klaten menghadapi berbagai agenda politik dan organisasi di masa mendatang.
Pertemuan di Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk, menunjukkan bahwa penguatan organisasi masih menjadi perhatian utama DPD PSI Kabupaten Klaten. Setelah struktur di seluruh wilayah kabupaten terbentuk, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh jajaran dapat bekerja secara efektif dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Diharapkan penguatan struktur di seluruh wilayah dapat diikuti dengan meningkatnya partisipasi masyarakat. Keterbukaan terhadap masyarakat, menurut Joe Adma, menjadi salah satu prinsip yang akan terus dibawa dalam pengembangan organisasi.
(San)








