Klaten — Bhayangkara-lipsus.com – Peresmian dan tanam jahe bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) “Ertiga Lestari” Dukuh Niten RT 03 RW 01 Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, kegiatan ini merupakan yang perdana di Desa Pogung pada Minggu 24/05/2026
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Pogung Anggit Prasetya, beserta perangkat desa, ketua RT 03 Joko Hartanto, tokoh masyarakat, serta anggota kelompok tani yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga warga dukuh setempat.
Secara simbolis Kepala desa Pogung Anggit Prasetyo menyerahkan bibit jahe kepada ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai tanda di resmikanya Kelompok Wanita Tani (KWT) “Ertiga Lestari” di dukuh Niten RT 03 RW 01 Desa Pogung.
Kegiatan tersebut merupakan langkah awal bagi para ibu rumah tangga di wilayah setempat untuk ikut berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui sektor pertanian produktif.
Saat di temui awak media Joko Hartanto menjelaskan, Kegiatan ini bermula dari inisiatif warga RT 03 RW O1 Dukuh Niten yang melihat masih banyak lahan kosong di lingkungan sekitar.
Dari kondisi tersebut muncul gagasan untuk menmanfaatkan lahan menjadi area budidaya tanaman bernilai ekonomis. Selain bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga, kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah pengalaman para anggota, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menumbuhkan semangat gotong royong antar warga.
Selain meningkatkan pendapatan keluarga, kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah pengalaman para anggota, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM),
serta menumbuhkan semangat gotong royong antar warga. “Ini merupakan kegiatan perdana, sehingga kami berharap bisa menjadi percontohan dan berkembang lebih besar lagi ke depannya,” tambah Joko Hartanto.
Tahap awal, kelompok tersebut memilih tanaman jahe sebagai komoditas utama. Tidak hanya satu jenis, KWT “Ertiga Lestari”membudidayakan tiga varian jahe sekaligus, yakni jahe merah, jahe gajah, dan jahe emprit yang memiliki nilai jual dan manfaat kesehatan tinggi.
Ketua KWT Ertiga Lestari lbu Satya, menjelaskan , pemilihan tanaman jahe dilakukan karena permintaan pasar yang cukup stabil serta proses budidayanya yang dinilai cocok untuk dikelola oleh kelompok ibu rumah tangga.
Ke depan, kelompok wanita tani tersebut juga berencana melakukan perluasan area tanam apabila hasil yang diperoleh menunjukkan perkembangan positif.
Bahkan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan lahan-lahan baru yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman produktif lainnya.
Dalam kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap lahirnya kelompok wanita tani yang diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi warga.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi para ibu rumah tangga di wilayah setempat untuk ikut berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui sektor pertanian produktif.
Jahe yang ditanam sendiri bisa digunakan untuk kebutuhan bumbu dapur sehari-hari atau diolah menjadi minuman kesehatan keluarga. Anda juga bisa menjual hasil panen untuk menambah pemasukan rumah tangga. Pungkasnya. (San)








