Beranda Tak Berkategori Wakil walikota Astrid Widayani Memakai Pakaian Busana Keprajuritan di Upacara HUT Kota...

Wakil walikota Astrid Widayani Memakai Pakaian Busana Keprajuritan di Upacara HUT Kota Solo

8
0

Surakarta – Bhayangkara-lipsus.com-Masyarakat solo aparatur sipil negara (ASN) anggota DPRD tokoh masyarakat pelajar sangat antusias juga mengikuti upacara

Dalam upacara HUT kota solo ke 281 wakil walikota Surakarta Astrid Widayani mengenakan pakaian busana modifikasi keprajuritan wanita solo busana berupa Janggan hitam itu melambangkan kewibawaan serta dedikasi perempuan tangguh.

Busana tersebut juga merepresentasikan potensi perempuan sebagai pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat.ia turut mengenakan selempang emas sebagai simbol tanggung jawab terhadap kemakmuran warga.sementara batik parang pari yang dikenakan mencerminkan harapan kesejahteraan masyarakat.sebelum upacara dimulai diawali dengan tarian dari dinas kebudayaan dan pariwisata kota surakarta.seluruh prosesi termasuk pembacaan sejarah pakai menggunakan bahasa jawa.dalam upacara ini walikota Surakarta Respati Ardi tidak hadir karena tengah menjalankan cuti ibadah umroh.

Saat Astrid di wawancarai wartawan menjelaskan peringatan HUT ke-281 Kota Solo mengusung tema Berbudaya, Pradaya, Sejahtera.

Menurutnya, tema tersebut menegaskan komitmen Solo yang telah berkembang dari Desa Sala menjadi kota modern tanpa meninggalkan akar budaya.

“Kota Solo terus berkomitmen menjadi kota berlandaskan nilai tradisi budaya, namun tetap memiliki daya saing dengan masyarakat yang kreatif, inovatif, dan mampu menyesuaikan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melupakan sejarah serta terus menanamkan nilai tata krama dan budi pekerti kepada generasi muda.

Astrid menekankan pentingnya adaptasi terhadap digitalisasi dan globalisasi tanpa meninggalkan jati diri budaya. “Kami yakin nilai-nilai tradisi yang dipegang teguh tidak ada masalah. Kota Solo tetap kuncara,” katanya.

Kanjeng Gusti pangeran Haryo panembahan agung Tedjowulan ikut upacara dan mengenakan pakaian adat Jawa berupa beskap hitam, jarit, dan blangkon.

Tedjowulan mengaku bangga melihat suasana perayaan HUT ke-281 Kota Solo yang berlangsung khidmat. Ia menilai Pemkot Solo terus berupaya menata kehidupan bermasyarakat dan berbangsa agar sejahtera, bahagia, dan tetap berbudaya.

“Dalam budaya Jawa itu ada konsep manunggaling kawula lan Gusti, antara rakyat dan pemimpinnya,” ujar Tedjowulan kepada wartawan seusai upacara.

Ia juga menyinggung kondisi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada momentum peringatan HUT Kota Solo. Menurutnya, Keraton memiliki peran historis dan spiritual dalam membangun Kota Solo.

“Keraton Surakarta mestinya menjalankan peran spiritual, historis, dan religius. Dari masa Pakubuwono II sampai Pakubuwono XII dan XIII kemarin,” katanya.

Ditemui usai pemberian penghargaan, diwawancarai wartawan Sumartono mengaku bersyukur atas kepercayaan Pemkot serta masyarakat Solo yang telah memilihnya untuk menerima penghargaan dalam pembangunan Bidang Kesehatan dan Sosial Kemasyarakatan.

“Di Hari Jadi ke-281 Kota Solo ini saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Pertama kepada Tuhan, kedua kepada keluarga, ketiga kepada semua organisasi yang saya dipercaya bergabung dan segenap masyarakat Kota Solo dan tentunya kepada Pemerintah Kota Surakarta yang telah memberikan penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif di Bidang Sosial dan Kesehatan Kemasyarakatan,” terangnya.

Tidak ingin berpuas diri, penghargaan ini dijadikannya sebagai sebuah motivasi untuk terus berkontribusi sekecil apapun itu kepada Kota Solo dan masyarakatnya. Dikatakan Sumartono, ia memiliki prinsip yang selalu dipegang, bahwa hidup adalah memberi bukan menerima.

Ia ingin hidup membawa dampak positif yang ditinggalkan kepada orang lain, daripada fokus pada apa yang bisa didapatkan untuk diri sendiri.

“Saya selalu berdoa mudah-mudahan apa yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surakarta ini dapat memotivasi saya bagaimana kita semua bisa. Karena penghargaan ini bukan untuk saya pribadi tapi tentunya untuk masyarakat Kota Solo juga. Kita bersama-sama berkontribusi sekecil apapun untuk Kota Solo kita berikan sesuatu untuk Kota Solo bukannya kita minta dari Kota Solo,” terangnya.

Penghargaan Tokoh Inspiratif Kota Solo Tahun 2026 ini bukan serta merta ia dapatkan begitu saja. Penghargaan ini adalah buah dari ketulusan hati yang telah ia bangun sejak 40 tahun silam.

Di mana ia untuk pertama kalinya bergabung dengan organisasi sosial kemasyarakatan di Kota Solo, PMS kemudian PMI Kota Surakarta. Tempat di mana ia hadir untuk membantu sesama yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang.

“Saya masuk ke PMS sejak 40 tahun yang lalu di usia ke-30 tahun. Kemudian 20 tahun yang lalu saya bergabung di PMI Kota Surakarta. Kedua organisasi inilah yang mempercayai saya hingga saat ini untuk bisa berbuat sekecil apapun untuk Kota Solo,” ucap Sumartono.

Di Hari Jadi ke-281 Kota Solo ini, Sumartono memiliki harapan besar. Ia ingin kota ini semakin menjadi kota yang berbudaya, berperdaya dan sejahtera. Serta menjadikannya sebagai kota yang selalu menjunjung tinggi kebhinekaan dan merawat toleransi.

“Kalau kita melihat khususnya di bidang sosial kemasyarakatan dan kesehatan, kami berharap Solo semakin maju dalam arti masyarakatnya bisa semakin guyub, kebhinekaannya bisa semakin terjaga dan terawat. Kesehatan masyarakat semakin ditingkatkan, dan kami PMI Kota Surakarta maupun PMS ingin ikut selalu ambil bagian sekecil apapun untuk pembangunan di Kota Solo,” tukasnya.(Gogor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here