Kuningan — Bhayangkara-lipsus.com –– Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan. Salah satunya melalui Pelatihan Tata Boga, berupa pembuatan roti dan kue, yang resmi dibuka di Balai Desa Tarikolot, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Rabu (30/9/2026) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan yang bersumber dari APBN melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut diikuti oleh 16 peserta. Pelatihan akan berlangsung selama 18 hari, dengan fokus memberikan keterampilan di bidang tata boga yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha maupun meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga.
Acara pembukaan dihadiri Kabag Ekonomi Kabupaten Kuningan, jajaran Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Cibeureum yang terdiri dari Camat, Kapolsek dan Danramil Cibeureum, serta Kepala Desa Tarikolot bersama unsur terkait lainnya.
Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Kadisnakertrans) *Dr. H. Toto Toharuddin,M.Pd,MH* dan didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Tenaga Kerja *Iing Solihin*.
Dalam sambutannya, Kadisnakertrans *Dr. H. Toto Toharuddin,M.Pd,MH*. menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan seperti tata boga diharapkan mampu memberikan bekal nyata kepada masyarakat.
“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Karena itu, kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sampai selesai,” ujar Toto Toharuddin
Sementara itu, Kepala Desa Tarikolot menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pelatihan tersebut di wilayahnya.
“Kami sebagai masyarakat Desa Tarikolot menyambut baik pelaksanaan pelatihan Tata Boga ini. Mudah-mudahan 16 peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan selama 18 hari dengan baik, sehingga keterampilan yang diperoleh nantinya bisa diterapkan dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” ungkap Kepala Desa Tarikolot
Pelaksanaan pelatihan selama 18 hari ini diharapkan mampu menghasilkan peserta yang memiliki keterampilan tata boga serta mampu memanfaatkannya sebagai peluang ekonomi. Selain keterampilan teknis, peserta juga diharapkan memiliki motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong masyarakat agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
Dengan semangat belajar dan dukungan berbagai pihak, Pelatihan Tata Boga di Desa Tarikolot diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang kuliner.(Liem)








