Beranda Tak Berkategori Semarak Kirab Budaya, Grebeg Pasar Masaran Cawas Ke 10 Dan Sambut Hari...

Semarak Kirab Budaya, Grebeg Pasar Masaran Cawas Ke 10 Dan Sambut Hari Jadi Kabupaten Klaten Ke 221

58
0

Klaten – Bhayangkara-lipsus.- Paguyuban Pedagang Warung Wengi (WANGI) Cawas, Kabupaten Klaten, menggelar kirab budaya Grebeg Pasar Masaran Cawas yang ke 10 pada Sabtu siang (5/7/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran usaha dan kebersamaan para pedagang selama ini.

Kirab budaya dimulai dari kawasan pusat aktivitas Warung Wengi dan menyusuri jalan-jalan utama di wilayah Cawas. Puluhan peserta mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa berbagai atribut budaya seperti gunungan hasil bumi, bendera merah putih, serta alat-alat tradisional yang merepresentasikan kehidupan rakyat kecil.

Kegiatan Grebeg Pasar Masaran, Cawas tersebut di hadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom, beserta asisten, anggota dewan fraksi PDIP Hj.Kadarwati, S.H.,M.H, Camat se Dapil 5, Kepala desa se Kecamatan Cawas, dan tamu undangan lainya.

Ketua Paguyuban Warung Wengi (WANGI) Riyanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian budaya sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antar anggota. “Kami ingin menunjukkan bahwa pedagang kecil pun memiliki kontribusi dalam menjaga budaya dan mengucap syukur atas nikmat yang kami rasakan,” ujarnya.

Warga sekitar tampak antusias menyaksikan arak-arakan yang sarat nuansa tradisional tersebut. Sejumlah kelompok kesenian lokal seperti reog , gejog lesung tarian tarian, gunungan hasil bumi turut memeriahkan kirab, menambah semarak suasana siang itu.

Kegiatan kirab budaya ini menjadi simbol semangat gotong royong dan keteguhan komunitas ekonomi rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain kirab, acara juga diisi dengan doa bersama dan pembagian tumpeng

Kirab budaya dimulai dari kawasan pusat aktivitas Warung Wengi dan menyusuri jalan-jalan utama di wilayah Cawas. Puluhan peserta mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa berbagai atribut budaya seperti gunungan hasil bumi, bendera merah putih, serta alat-alat tradisional yang merepresentasikan kehidupan rakyat kecil.

Kegiatan kirab budaya ini menjadi simbol semangat gotong royong dan keteguhan komunitas ekonomi rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain kirab, acara juga diisi dengan doa bersama dan pembagian tumpeng sebagai lambang keberkahan.

Riyanto berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan solidaritas antar pedagang di wilayah Cawas.

Dalam Kesempatan itu Hj.Kadarwati, S.H.,M.H menyampaikan bahwasanya, kegiatan ini sangat membangkitkan kreativitas budaya dari masing-masing desa sangat baik dilakukan, kalau saya amati hampir tiap tahun, tentunya kami sangat mengapresiasi

“kegiatan seperti ini perlu dilestarikan dan akan menjadi greget budaya yang membangkitkan mengingatkan kembali pasar tradisional”

jadi pasar tradisional ini pasar yang harus kita lestarikan bareng-bareng dan kita kembangkan bersama-sama, ungkapnya.

Kadarwati menegaskan kalau tidak kita siapa lagi, karena pasar yang selama ini menjadi tumpuan harapan para penjual dan pembeli, dengan membeli harga yang terjangkau barangnya cukup baik, dan ini merupakan gebrakan yang pertama mengingat pasar tradisional. Ujar Kadarwati.

Gebrakan pasar seni yang seperti ini juga harus kita dukung, dan menjadi ikon pariwisata menjadi salah satu yang menarik bagi wisatawan, acara seperti ini tentunya perlu di lestarikan dan tidak boleh kalah dengan budayabaru .pungkasnya.(San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here