Beranda Tak Berkategori Sego Gudangan Di Acara Jafest Tahun 2025

Sego Gudangan Di Acara Jafest Tahun 2025

13
0

Surakarta – Bhayangkara lipsus.com-BJumat, (28-11-2025) Event gelar budaya jajar festival 2025 acara ini mulai di gelar kamis 27-11-25 hingga Sabtu 29-11-25 di selatan kantor Kelurahan Jajar.acara ini dibuka untuk umum dan gratis.saat wartawan bhayangkara lipsus mewawancarai lurah Jajar Agung Prihanto mengatakan Jafest tahun ini mengambil tema Sego gudangan.

Embrio awal dari RW 5 dr RT ke RW.untuk Jafest tahun ini semua RW untuk membuat Sego gudangan untuk penilaian bukan rasa tapi kreasi tumpeng maupun ke ikut sertaan peserta kekompakan keserasian maupun pakaian tradisional peserta dari 8rw yang ikut jafest.untuk acara jafest pertama kami tanggal 27-11-25 dibuka oleh wawali Astrid Widayani

Di Jafest kedua tanggal 28-11-25 dibuka oleh ketua DPRD kota Surakarta Budi Prasetyo untuk hari ketiga/ penutup rencananya akan ditutup oleh walikota Surakarta Respati Ardi.

Jafest ini dimulai pada tahun 2022,ini udah tahun ke 4.untuk jafest tahun 2025 tidak menggunakan dana APBD untuk anggaran dari LPMK maupun CSR.

Target event ini memajukan UMKM.untuk kedepannya UMKM ini akan dikolaborasikan dengan Koperasi Merah Putih (KMP).

Wartawan bhayangkara lipsus mewawancarai Adji Santosa juara 1 mas Jajar 2024 mengatakan setelah menjadi mas Jajar sebagai pekerja menjalankan acara seminar anak muda tentang personal branding sama bagaimana anak muda memanfaatkan digital untuk penghasilan.dan tidak meninggalkan budaya lokal

Juri nya dari putra putri Solo, budayawan, forum anak.saat wartawan bhayangkara lipsus mewawancarai Wijanarko selaku ketua panitia dia menginginkan, Sego gudangan masuk warisan budaya tak beda dan Sego gudangan bisa tercatat di dalam warisan budaya nasional melalui dinas kebudayaan solo.

Ia menjelaskan untuk “Jafest persiapan cuma 2 minggu mas, saya punya prinsip acara ini bisa berjalan dengan lancar.acara Jafest ini menghabiskan dana sekitar 40jt “katanya.

Ketua DPRD kota Surakarta Budi Prasetyo meminta kelurahan kelurahan yang ada di Solo untuk mengadakan acara seperti ini dan bisa membangkitkan ekonomi sekitarnya.

Menurutnya pentas kebudayaan sebagai upaya pelestarian kesenian tradisional. Ia menyebut bahwa diwilayahnya memiliki beragam kesenian yang perlu dijaga agar tidak hilang ditelan zaman. Ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here