Surakarta – Bhayangkara-lipsus.com – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) kota Surakarta menggelar rapat kerja daerah (rakerda) masa bakti 2025-2028 Senin pagi 16-2-2026 di sekretariat bersama (Sekber) Kepatihan agenda ini bukan sekadar forum seremonial melainkan momentum konsolidasi besar pemuda dalam episentrum pergerakan pemuda kota Surakarta.
Mengusung tema meneguhkan KNPI sebagai episentrum pergerakan pemuda kota Surakarta, rakerda ini dihadiri langsung oleh wakil walikota Surakarta Astrid Widayani, MPI sekaligus perwakilan DPD provinsi Jawa Tengah Bambang gage kehadiran pimpinan daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa KNPI dipandang sebagai mitra penting pemerintah.
Dalam sambutannya wakil walikota Astrid Widayani mengajak KNPI untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan semoga program dari hasil rakerda dan pusat gempa pergerakan pemuda dan isu isu dikota, maupun gagasan.3 pesan 1.bagaimana kesadaran pemuda pemudi penting organisasi yang aktif dan bergempa
2 ingin mengingatkan kota Surakarta punya potensi besar seperti olahraga seni wirausaha dan peran pemuda pemudi sehingga sisi nilai kota Solo harus ditangkap dengan baik oleh KNPI
3 perlu dan harus fokus isu isu kota.
Sambutan MPI atau perwakilan DPD provinsi Bambang Gage minta KNPI kota Surakarta UNtuk mendukung program pemerintah kota,dan ambil peran bersama sama untuk membangun kota Solo.
Sambutan Ketua pantia, Murti Alfian Nuryudhana, menegaskan Rakerda bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan program kerja yang lebih adaptif dan berdampak nyata.
“Rakerda ini bukan sekadar agenda rutin organisasi tetapi momentum strategis untuk merumuskan arah gerak dan program kerja KNPI Kota Surakarta ke depan,” ujarnya.
Ia berharap melalui forum tersebut dapat lahir gagasan-gagasan progresif serta komitmen bersama untuk memperkuat peran pemuda dalam mendukung pembangunan Kota Surakarta.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Surakarta, Muhammad Bilal, mengatakan Rakerda mengusung tema Episentrum Pergerakan Muda di Kota Surakarta. Tema tersebut menegaskan posisi Solo sebagai pusat lahirnya gagasan dan gerakan pemuda.“
Tentunya ini bukan sekedar kata-kata wah, tapi kita pengin KNPI ini menjadi pusat gempa gerakan pemuda,” katanya.
Ia menekankan agar program yang disusun tidak bersifat terlalu imajinatif, melainkan konkret dan benar-benar bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, KNPI sebagai elemen holding organisasi kepemudaan di Kota Surakarta diharapkan mampu menghadirkan program yang dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Programnya enggak usah terlalu imajinir tapi konkret bersentuhan dengan masyarakat dan KNPI sebagai elemen holding pemuda di Kota Surakarta memang terasa dampaknya,” ucapnya.
Menurutnya, setiap program yang dijalankan harus selaras dengan Asta Cita pemerintah. Dengan demikian, tujuan dan indikator capaian yang ditetapkan dapat berjalan searah dan saling mendukung. (Gogor)








