Beranda Tak Berkategori Peresmian Sangga Buana dan Musium Keraton Surakarta 

Peresmian Sangga Buana dan Musium Keraton Surakarta 

163
0

Surakarta – Bhayangkara-lipsus.com (16/12/2025 )Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memastikan pemerintah tetap akan melanjutkan revitalisasi bangunan lainnya di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo yang memerlukan pemugaran. Tapi dengan syarat situasi internal Keraton Solo kondusif.dalam peresmian itu ditampilkan tari serimpi

Dalam sambutannya menteri kebudayaan Fadli Zon mengatakan Panggung Sangga Buana memiliki sejarah yang sangat panjang dan menjadi salah satu sejarah bangsa, khususnya Keraton Kasunanan Surakarta sekaligus menjadi bangunan ikonik yang ada di Indonesia. Bangunan ini masuk cagar budaya nasional sejak tahun 2017. Menteri kebudayaan Fadli Zon menuturkan, dan berdasarkan catatan Panggung Sangga Buwana ini berbentuk segi delapan dengan tinggi 30 m terbagi menjadi lima tingkatan dan dibangun pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono III sekitar tahun 1728,dalam Hal itu sangga buana menggambarkan Nogo Muluk Tinitihan Jelma Jelma ya. Mengandung makna bahwa suatu saat nanti akan datang waktunya rakyat yang akan memilih pemimpinnya yang menjadi kenyataan pada tahun 1945,” ujarnya.

Menteri kebudayaan menambahkan, Panggung Saba Buana telah beberapa kali mengalami perbaikan. Mulai dari rekonstruksi di tahun 1959 pasca musibah kebakaran hebat di Keraton Surakarta, kemudian pemugaran pada 2008-2009. Terakhir revitalisasi yang dilakukan Kemenbud di tahun ini. Selain revitalisasi Panggung Sangga Buwana, pemerintah juga melakukan penataan ulang Museum Keraton Surakarta. Proses tersebut melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan bersama tim standarisasi museum Kementerian Kebudayaan dan Asosiasi Museum Indonesia, dengan penerapan standar museum, mulai dari pencahayaan, pengaturan suhu ruangan, hingga penataan koleksi.

“Pemerintah berharap Museum Keraton Surakarta dapat berkembang sebagai pusat budaya dan edukasi, sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah yang berkelanjutan. Sesuai arahan Presiden, negara hadir dalam pemugaran dan revitalisasi keraton serta kesultanan untuk membangun ekosistem ekonomi budaya dan industri kreatif, salah satunya melalui pemanfaatan kekayaan intelektual,” pungkas Fadli Zon.

Saat diwawancarai wartawan menteri kebudayaan Fadli Zon mengatakan perihal pembiayaan revitalisasi bangunan-bangunan Keraton Solo, ia menyampaikan akan menggunakan skema public-private partnership, baik itu dari APBN, APBD, swasta, maupun filantropi yang memungkinkan diajak bekerja sama.

Dalam sambutannya Maha Menteri Tedjowulan menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah bersedia membantu proses revitalisasi Panggung Sangga Buwana

Hal ini tidak terlepas dari kedatangan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, pada Januari 2025 dan diikuti kedatangan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada Februari 2025, ke Keraton Solo. Karena kunjungan itu kemudian tercetus upaya revitalisasi sejumlah bangunan di Keraton Solo dengan bantuan pemerintah pusat,” kata dia.Revitalisasi ini, dilakukan di bawah pengawasan Tim 5 yang terdiri dari PB XIII, Maha Menteri Tedjowulan, GKR Koes Murtiyah Wandansari, KRAy Hanantowiyah, dan KRAy Krisnina Maharani.Maha Menteri Tedjowulan berharap setelah acara ini

pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pekerjaan Umum bersedia kembali membantu keraton Surakarta UNtuk merevitalisasi bangunan bangunan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Fadli memastikan pemerintah akan membantu merevitalisasi bangunan lainnya dengan syarat suasana Keraton Solo tetap kondusif. Menteri Fadli tiba di Keraton Solo sekitar pukul 18.10 WIB.

Bersama Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah Manggar Sari Ayuati, dan jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan lainnya, ia disambut Wali Kota Solo Respati Ardi dan KGPH Hangabehi di depan Kori Kamandungan kompleks Keraton Solo.

Rombongan langsung menuju ke Bangsal Smarakata dan rombongan Fadli Zon disambut Maha Menteri Keraton Solo, Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan dan keluarga Keraton Solo lainnya.

Dalam sambutannya, Menteri Fadli menyampaikan bangunan yang akan diresmikan malam itu merupakan salah satu yang menjadi saksi sejarah bangsa. “Bangunan ini adalah salah satu warisan budaya bangsa yang sudah masuk dalam Cagar Budaya Nasional sejak 2017,” kata Menteri Fadli.

Revitalisasi ini, lanjut dia, telah memenuhi standar pelaksanaan revitalisasi cagar budaya. Dengan begitu, Keraton Solo khususnya Panggung Sangga Buwana ke depan bisa menjadi pusat edukasi budaya. “Masyarakat yang datang nanti bisa langsung melihat artefak-artefak sehingga langsung mendapat informasi terkait yang penting,” tambahnya.

Menteri Fadli juga memastikan pemerintah pusat akan hadir melakukan revitalisasi cagar budaya yang ada, termasuk Keraton Solo. “Mengingat besarnya potensi ekonomi budaya dan industri budaya yang saat ini sedang marak di berbagai negara lainnya. Ini bisa diwujudkan dengan kerja sama banyak pihak, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, filantropi, dan sebagainya. Karena itu pula kami berharap ada iklim yang kondusif. Ada iklim yang kondusif di sini [Keraton Solo],” tutupnya.

Pengawasan Tim 5 Sementara itu, Maha Menteri Tedjowulan menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah bersedia membantu proses revitalisasi Panggung Sangga Buwana.

“Hal ini tidak terlepas dari kedatangan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, pada Januari 2025 dan diikuti kedatangan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada Februari 2025, ke Keraton Solo. Karena kunjungan itu kemudian tercetus upaya revitalisasi sejumlah bangunan di Keraton Solo dengan bantuan pemerintah pusat,” kata dia.

Revitalisasi, lanjut dia, dilakukan di bawah pengawasan Tim 5 yang terdiri dari PB XIII, Maha Menteri Tedjowulan, GKR Koes Murtiyah Wandansari, KRAy Hanantowiyah, dan KRAy Krisnina Maharani.

Maha Menteri Tedjowulan berharap setelah ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pekerjaan Umum bersedia kembali membantu Keraton Solo untuk merevitalisasi bangunan-bangunan lainnya.

“Sebagaimana Bapak Menteri melakukan kunjungan kerja kali pertama di Keraton Surakarta pada Januari 2025, sekarang pun kami harapkan Bapak Menteri berkenan meninjau lokasi. Masih banyak tempat lainnya di Keraton Surakarta yang membutuhkan perhatian khusus oleh pemerintah, antara lain Dalem Ageng, Karaton Kilen, Kaputren, dan sebagainya,Setelah selesai sambutan digelar, hasil revitalisasi diresmikan dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Fadli Zon di saksikan oleh Wali Kota Respati, dan Maha Menteri Tedjowulan KGPH Hangabehi/Mangkubumi

Agenda dilanjutkan dengan menilik langsung bangunan Panggung Sangga Buwana hingga ke lantai kelima.dari kubu Gusti Purboyo tampak absen dalam acara tersebut. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here