.Klaten – Bhayangkara-lipsus.com – Perwakilan dari masing masing Kecamatan di Kabupaten Klaten yang merupakan Nasabah PD BKK Klaten da dengan di dampingi Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) berbondong – bondong mendatangi markas Damkar Klaten pada Senin 2 Maret 2026.Tujuan kedatangan mereka ingin menyampaikan keluh kesah terkait dana tabungan mereka yang tidak jelas
Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMI Nuryadin Edy Purnomo yang panggilan akrabnya (Jojon) yang mendampingi warga, mengungkapkan bahwa kedatangan para nasabah ini untuk mengadukan nasib dana mereka yang belum ada kejelasan.
Karena kami sudah berupaya mengadukan ke Pemprov dan Pemkab Klaten sebelumnya belum membuahkan hasil, kita ke Pemprov dan Pemkab sudah dua kali tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan masalah tabungan nasabah PD BKK Klaten.
Alasan kami ke Damkar karena sampai saat ini tidak ada lembaga yang kami percaya, maka kami memilih Damkar sebagai tempat mengadu didasari oleh keyakinan warga akan semangat dan kinerja baik yang dimiliki oleh petugas pemadam kebakaran dalam menyelesaikan masalah masyarakat, meskipun bukan tupoksinya, Ungkap Nuryadin
Ia menambahkan menurut kami damkar memiliki spirit satu dan untuk menyelesaikan masalah filosofi semangat dan dimiliki teman-teman damkar mempunyai versi, mampu mengedukasi pejabat publik kita agar ketika menyelesaikan masalah masyarakat atau memiliki tanggung jawab terhadap problem-problem kemasyarakatan segera diselesaikan.imbuhnya.
Nuryadin juga menjelaskan bahwa masalah dana nasabah PD BKK Klaten bukanlah isu baru dan telah berlangsung lama dan melibatkan ribuan nasabah.
“Sampai saat ini nasabah yang telah mengadu di posko kami ada 700an orang tapi totalnya ada kurang lebih 6.000an dan dana nasabah Rp 52 miliar tapi jika ditotal dengan penyertaan modal APBD mencapai Rp 152 miliar,” jelas Nuryadin.
Dalam kesempatan itu Tri Budi yang merupakan Ketua paguyuban nasabah asal Kecamatan Kemalang, juga memberikan keterangan “Dana ini merupakan dana dari masyarakat juga yang kita bawa, dana RT, dana jimpitan dan masjid dan lainnya. Kami bingung karena dana ini sangat dibutuhkan masyarakat” katanya
Kondisi yang dihadapi seperti ini para nasabah, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia menyebut kebutuhan masyarakat semakin mendesak, sementara dana tabungan belum bisa dicairkan.
“Karena Kami sangat membutuhkan dana itu, apalagi menjelang Lebaran. Para pengurus di desa sangat berharap tabungan bisa segera kembali ke semua nasabah karena sangat dibutuhkan,”pungkasnya.(san)








