Kuningan — Bhayangkara-lipsus.com – Dalam kegiatan mengajar dan belajar haruslah berjalan dengan rasa senang dan tenang agar kegiatan tsb bisa membuat para murid dan para pendidik bisa lebih fokus dalam belajar tp tdk sejalan dgn hal tsb di salah satu SD Negeri yg terletak di kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan, yaitu SDN 1 CIPAKEM.
Kekhawatiran para pendidik di SDN 1 CIPAKEM bkn TDK beralasan. Sarodin.S.Pd ; selaku Kepala Sekolah di SD tsb memperlihatkan penyebabnya, bknlah isapan jempol keadaan SDN ini sangat mengkhawatirkan. SDN 1 Cipakem ini memang sangatlah jauh Bahkan jalan untuk menuju SDN ini harus penuh perjuangan karena kontur jalan yg berliku dengan tajam dan naik turun yg juga terhitung curam membuat SDN 1 CIPAKEM ini spt terlupakan oleh pemerintahan Kabupaten Kuningan.
Antusias anak2 di SDN 1 CIPAKEM terlihat sangat luar biasa, sehingga Sarodin sangat mengharapkan agar Pemerintah Indonesia melalui pemerintahan Kabupaten Kuningan dan dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan yg terkait bisa membantu agar sekolah ini bisa dipugar ataupun yg saat ini disebut direvitalisasi karena seluruh bangunan yg ada di SDN ini sangatlah tdk layak untuk dijadikan tempat belajar mengajar karena keadaannya.
Lebih jauh lagi Sarodin mengaku bahwa ruangan yg ada saat inipun masih kurang bahkan ikut menambahkan para guru juga merasa terganggu dikarenakan sering adanya orang yg tdk ada hubungannya dalam kegiatan disekolah ini lalu lalang dan acap kali meninggalkan sampah2 bekas makan dan minum dikarenakan tdk adanya pemagaran yg membuat mereka leluasa masuk ke sekolah ini demikian ucap para beberapa guru yg juga warga setempat di desa Cipakem ini.
Sekolah yg memiliki luas tanah ± 2600 m² dan luas bangunan 396 m² dengan jumlah murid 110 peserta didik dan jumlah tendik dan kependidikan 11 org ini rasanya masih bisa untuk ditambahkan beberapa bangunan lg dan juga pemagaran demikianlah keinginan dan harapan para pendidik dan kepala sekolah ( Liem )








