Beranda Tak Berkategori Grebeg Suro  dan Gelar Budaya  Desa Dlimas Menjadi Tradisi Turun Temurun, Dapat...

Grebeg Suro  dan Gelar Budaya  Desa Dlimas Menjadi Tradisi Turun Temurun, Dapat Pengakuan Nasional 

74
0

Klaten – Bhayangkara-lipsus.com – Tradisi Grebeg Suro dan Gelar Budaya Tanjungsari kembali digelar di Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten pada Jumat, 26 Juni 2026

Acara tersebut menjadi bagian dari tradisi turun-temurun dalam rangka menyambut bulan Suro dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya.

Puncak acara tersebut dengan kenduri, Doa lintas agama, di mana warga membawa berbagai hidangan tradisional seperti nasi tumpeng, ingkung, dan sambel goreng untuk doa bersama.dan malam harinya diramaikan dengan pagelaran wayang orang

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Klaten atau yang mewakili, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Hj. Kadarwati S.H, MH, anggota DPRD Kabupaten Klaten Didit Raditya dan tokoh Agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan yang lain, dan seluruh warga Tanjung sari.

Dalam kesempatan tersebut Hj Kadarwati menyampaikan apresiasi atas pelestarian tradisi budaya ini yang menjadi wujud sebagai rasa syukur kepada Tuhan. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari warisan leluhur yang tak pernah di lupakan

Kadarwati menjelaskan, budaya ini sangat membentuk karakter generasi penerus kita, karena ini diikuti mulai dari anak kecil sampai usia yang tidak terbatas, di mana dari berbagai agama berdoa menurut agama keyakinan mereka,

Grebeg suro yang ada di Dlimas ini sangat bagus luar biasa masyarakatnya gotong royong kemudian ada tampilan budaya, ada proses yang menarik salah satunya dari masing-masing keluarga membawa makanan yang dikelola sendiri kemudian doa bersama kemudian dinikmati bersama-sama

Ini merupakan bentuk keikhlasan orang masak sendiri dimakan bersama-sama bentuk keikhlasan bukan banyak besar kecilnya dan mahal tidaknya

Kemudian menyajikan dilakukan doa dari berbagai agama ini sesuatu yang bagus luar biasa dan simbol dari Pancasila menjadi salah satu tradisi yang dilestarikan dan mendapat pengakuan secara nasional

Tidak lupa  kami mengucapkan selamat kepada pemerintah desa Dlimas yang telah melanjutkan dan lestarikan budaya ini, kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya terus berbahagia dan bergembira atas apa yang sudah tercapai saat ini , masing-masing menghargai dari agama masing-masing akan tercepat beserta kedamaian persatuan dan kesatuan .pungkasnya. (San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here