Klaten — Bhayangkara-lipsus.com – Semangat restorasi sungai di Indonesia kembali berdenyut dari Kabupaten Klaten. Bertempat di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klaten, para pegiat lingkungan, akademisi, unsur pemerintah, dan masyarakat berkumpul dalam Rapat Koordinasi Forum Sekolah Sungai Klaten.
Pertemuan strategis ini digelar untuk menghidupkan kembali denyut gerakan Sekolah Sungai Klaten yang selama ini dikenal sebagai lokomotif sekaligus role model gerakan pemulihan sungai di tanah air.
Didirikan dengan visi besar menjaga kelestarian ekosistem perairan darat, Sekolah Sungai Klaten memiliki sejarah panjang sebagai pelopor restorasi sungai berbasis partisipasi publik.
Dalam arahannya, forum menekankan bahwa sungai bukan sekadar saluran pembuangan air, melainkan peradaban yang harus dirawat bersama. Revitalisasi gerakan ini mendesak dilakukan guna merespons tantangan ekologis kontemporer, mulai dari alih fungsi bantaran, sedimentasi, hingga persoalan sampah yang mengancam daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Klaten dan sekitarnya.
Kunci utama yang diangkat dalam rapat koordinasi ini adalah optimalisasi model kolaborasi pentahelix. Pendekatan pentahelix—yang menyatukan sinergi antara unsur pemerintah (government), akademisi (academics), dunia usaha (business), komunitas masyarakat (community), dan media (media)—dinilai sebagai format paling ideal dalam tata kelola sungai yang berkelanjutan.
Melalui wadah Forum Sekolah Sungai, kelima elemen tersebut didorong untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan melebur dalam aksi nyata mulai dari perencanaan, edukasi warga, hingga pengawasan konservasi.Penguatan legalitas dan arah Gerak wadah ini semakin mantap dengan telah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Klaten Nomor 32/300.2.3/ 8 tahun 2026 tentang pembentukan pengurus Forum Sekolah Sungai Klaten.
Kehadiran SK Bupati ini memberikan legitimasi kuat bagi para relawan dan stakeholder untuk bergerak lebih terstruktur, sinergis, dan berdampak luas dalam mengawal isu-isu lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Klaten.Sebagai tindak lanjut nyata dari konsolidasi ini, Forum Sekolah Sungai Klaten langsung mengagendakan aksi perdana yang masif.
Kegiatan perdana yang menandai kebangkitan gerakan ini adalah pelaksanaan Apel Siaga Bersih Sungai yang dipusatkan di Kali Bendo, Buntalan, pada tanggal 19 September 2026. Melalui apel siaga tersebut, berbagai elemen masyarakat, relawan, dan instansi terkait akan turun tangan bersama memulihkan aliran sungai, menunjukkan komitmen nyata Klaten dalam merawat kelestarian lingkungan hidup.
Dinas PUPR Kabupaten Klaten yang diwakili oleh Sekdin , Yuli ST MM menyambut baik dan siap memberikan dukungan penuh terhadap konsolidasi ini. Keterlibatan lintas sektor melalui pendekatan pentahelix diyakini mampu memperkuat infrastruktur sosial di sekitar sungai.
Dengan membangun kesadaran kolektif masyarakat di tingkat akar rumput, mitigasi bencana banjir serta pemeliharaan kualitas air bersih dapat tercapai secara efektif dan berkesinambungan.
Agenda koordinasi ini juga merumuskan beberapa langkah taktis ke depan. Di antaranya adalah pemetaan kembali simpul-simpul komunitas sungai di tiap kecamatan, pengaktifan program edukasi publik berbasis sekolah dan desa, serta penyusunan agenda aksi bersih sungai berkala yang melibatkan partisipasi aktif generasi muda.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengembalikan fungsi ekologis sungai sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar bantaran secara selaras.
Dalam kesempatan tersebut juga diisi sharing dari Balai Pembenihan Tanaman Hutan Wilayah III Jogjakarta Melalui momentum ini, Forum Sekolah Sungai Klaten optimistis mampu mengembalikan marwah Klaten sebagai kiblat restorasi sungai di Indonesia. Gerakan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung Program Bupati Klaten dengan slogan Dalan alus lan padang , banyu Lancar Tentang Forum Sekolah Sungai Klaten Forum Sekolah Sungai Klaten adalah wadah kemasyarakatan lintas sektor yang berfokus pada edukasi, konservasi, dan advokasi pengelolaan DAS.
Berdiri sebagai pelopor gerakan sekolah sungai di Indonesia, forum ini berkomitmen merawat kelestarian lingkungan melalui pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan berbasis kolaborasi pentahelix.
Ketua Forum sekolah Sungai Klaten , Thulik Nugroho , menjelaskan kedepan akan dilakukan pemetaan dan pendampingan Komunitasi Peduli Sungai Klaten yang ada agar kembali gumergah dalam merawat Sungai.(Red)








