Beranda Tak Berkategori KAMPUNG TERISOLIR DI DESA MANDALAJAYA

KAMPUNG TERISOLIR DI DESA MANDALAJAYA

215
0

Kuningan – Bhayangkara-lipsus.com -Pembangunan yg berkesinambungan di desa saat ini sangatlah diharapkan untuk memajukan suatu desa yg akan dgn sendirinya mensejahterakan masyarakatnya dalam bidang ekonomi. Demikian juga sangat diharapkan oleh masyarakat Desa Mandalajaya kecamatan Maleber kabupaten Kuningan. Desa yg terdiri dari 3 Dusun atau 7 kampung yg berpenduduk sekitar 2349 jiwa yg sebagian besar warganya hidup dengan bertani sangat mendambakan pembangunan infrastruktur desanya ,terlebih adanya salah satu Kampung yaitu kampung Parenca yg berpenduduk kurang lebih 313 jiwa dan terletak paling jauh dari pusat pemerintahan Desa Mandalajaya terlihat seperti *kampung yg terisolir* karena jarak dari kampung tsb ke pusat pemerintahan desa sekitar 2.282 meter yg merupakan jalan desa tetapi sangat disayangkan hanya sekitar 200 meter yg lumayan bisa dianggap layak sebagai jalan tetapi sisanya sekitar 2.082 meter jalan desa dan saluran irigasi tersier rusak parah yg pastinya tidak akan bisa hanya mengharapkan dari bantuan APBN saja yg dikucurkan melalui Dana Desa saja ataupun bantuan dari Provinsi.

Sewaktu ditemui di kantor pemerintahan desa, Rohimat sebagai kepala desa Mandalajaya membenarkan hal tsb yg menjadikannya tidak berdaya dalam membangun desanya. Kami selaku pemerintahan desa dan masyarakat desa Mandalajaya kecamatan Maleber kabupaten Kuningan, Jawa Barat sangat mengharapkan bantuan dari semua bidang pemerintahan karena anggaran yg dibutuhkan untuk membuat kampung tsb tidakĀ  seperti anak tiri di kabupaten Kuningan ini tidaklah sedikit. Maka kami selaku pemerintahan dan masyarakat Desa Mandalajaya sangat mengharapkan dan mendambakan bantuan infrastruktur untuk kampung kami agar aktivitas warga kami dapat maksimal karena desa yg makmur bisa dilihat dari kemajuan dan kesejahteraan warganya tetapi bagaimana warganya bisa sejahtera seandainya aktivitas warganya tidak bisa dilakukan dengan sebagaimana mestinya seperti anak – anak yg mau bersekolah, ibu – ibu hamil yg ingin memeriksakan kesehatan janin atau bayinya serta petani yg ingin ke sawah dan ingin mengangkut hasil panennya yg bisa dinikmati oleh warga desa ini ataupun kabupaten bahkan warga negara Indonesia umumnya. (Liem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here