Beranda Tak Berkategori Warga Kabupaten Klaten Gelar Haul ke-15 Gus Dur & Sarasehan Kebangsaan 

Warga Kabupaten Klaten Gelar Haul ke-15 Gus Dur & Sarasehan Kebangsaan 

45
0

Klaten – Bhayangkara-lipsus.com-Dalam rangka Haul ke 15 Presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) Warga Kabupaten Klaten menggelar kegiatan Haul ke-15 Presiden ke-4 Republik Indonesia KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menggelar sarasehan kebangsaan, pada Jum’at malam, 2 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Gus Dur, khususnya dalam menjaga demokrasi, merawat keberagaman, serta menguatkan komitmen kemanusiaan.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan DPRD, pemuda, organisasi kepemudaan, mahasiswa, hingga komunitas lintas iman. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan semangat inklusivitas yang selama ini diperjuangkan oleh Gus Dur.

Saat di temui awak media Ketua IKA PMII Kabupaten Klaten, Jojon, memberikan keterangannya bahwa Haul Gus Dur ini sudah menjadi agenda rutin yang di gelar setiap tahun, kegiatan ini menjadi momentum refleksi untuk menggali kembali sembilan nilai utama Gus Dur sebagai panduan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bentuk kegiatan haul ini kami kemas dengan sarasehan untuk lebih menekankan sosok Gus Dur sebagai inspirator kita semua, terutama dalam menjaga demokrasi, merawat keberagaman, serta mempromosikan isu-isu kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi ruang edukasi publik, khususnya bagi para pemangku kebijakan di tingkat daerah, mulai dari bupati, DPRD, camat hingga pemerintah desa.

Nilai-nilai Gus Dur seperti demokrasi, keadilan sosial, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap kelompok minoritas dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial politik saat ini.jelasnya

Dalam kesempatan itu Gatot Handoko, yang merupakan warga Srago Gede, menyampaikan pandangannya secara terbuka dalam forum. Ia menekankan bahwa politik seharusnya hanya menjadi alat, sementara kemanusiaan adalah tujuan utama.“

Sebagai warga Klaten saya bangga karena masyarakatnya cerdas dan daerahnya terlihat adem ayem. Namun jika ditelisik lebih dalam, Klaten menyimpan banyak persoalan serius yang menyangkut hajat hidup orang banyak, mulai dari masalah lingkungan, tambang, hingga alih fungsi lahan yang sudah berlangsung bertahun-tahun

Ia menegaskan bahwa penyampaian kritik tersebut bukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap jalannya demokrasi dan pemerintahan daerah.

Dengan peringatan Haul ke-15 Gus Dur ini, para peserta berharap nilai-nilai perjuangan almarhum dapat terus hidup dan menjadi pedoman bersama, dan diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa demokrasi yang sehat, kebijakan yang adil, serta penghormatan terhadap kemanusiaan dan keberagaman .(San)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here