Klaten — Bhayangkara-lipsus.com – Lurik Prasojo di bawah Koperasi Kusuma Aji Tera, Pencil, RT 05 / RW 02, Desa Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, mendapatkan kunjungan dari Wakil Menteri Koperasi Republik Hj. Farida Farichah, M.Si dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, pada Kamis, ( 20/8/2026 )
Dalam kunjunganya Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar ini, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) berfokus mendorong revitalisasi koperasi sektor riil di luar simpan pinjam, serta mengoptimalkan potensi warisan budaya lokal seperti lurik agar dapat menembus pasar global serta kolaborasi yang tiada henti.
Dalam sambutanya Wakil menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan semakin banyak ruang kolaborasi antara semakin kuat. membuka peluang agar potensi lokal dapat terus berkembang dan memiliki daya saing, dalam pertemuan kali ini akan menjadikan ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat kolaborasi koperasi dengan UMKM. ujarnya.
Dengan kebersamaan melalui koperasi, dari ketekunan para pelaku UMKM, dari kreativitas para pelaku ekonomi kreatif, dan dari kekayaan budaya yang terus dijaga serta dikembangkan.
Kami berharap Kunjungan hari ini tidak berhenti sebagai sebuah pertemuan, tetapi menjadi awal dari semakin kuatnya kolaborasi, semakin Iuas kesempatan, dan semakin besarnya kontribusi koperasi, UMKM, serta ekonomi kreatif bagi kemajuan Indonesia. Akan menciptakan ekosistem ekonomi yang semakin kuat, inovatif, dan berkelanjutan antara masyarakat pemerintah pusat, pemerintah daerah .ungkapnya
Ketua Koperasi Kusuma Aji Tera Maharani Setyawan menjelaskan bahwa hari ini kami mendapat kunjungan dari Wakil menteri Koperasi dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, dalam kunjungan kali ini koperasi kami mendapatkan support serta pembiayaan dari LPDB di bawah Kementerian koperasi dan ini sudah ketiga kalinya
Yang pertama kali kita tahun 2014 kalau nggak salah lalu yang kedua, dan sekarang yang ketiga, kami sangat terima kasih sekali support yang begitu besar sampai apresiasi beliau mau berkunjung ke lokasi koperasi dan sektoral yang digandeng dengan koperasi Karena selama ini koperasi itu tahunya simpan pinjam, tapi di bawah koperasi UMKM dengan wadah yang lebih besar
Menurutnya dari tahun ke tahun tambahan dana jumlahnya terus bertambah, dari Kementerian mungkin dilihat dari kinerja juga dari kenaikan sektor riel seperti apa juga dan kebetulan karena kami juga digandeng banyak yang berkontribusi dan berkolaborasi dengan kami.paparnya
Lebih lanjut Fahrani, Seberapa besar kebutuhan kita berapa besar kita bisa memutarkan dana tersebut sehingga sampai pelakunya diberi sampai setinggi itu pastinya dari sana juga sudah lihat potensinya sebenernya mudah sekali kalau kita tahu caranya, akan tapi banyak yang belum tahu PLDB itu apa,
Karena pertama kali saya mengenal LPFB itu waktu tahun 2012 waktu itu ada kunjungan menteri Perindustrian akhirnya kami maju dan lolos dapat penghargaan, setelah dari itu kami mulai dapat tawaran dari LPDB Kementerian koperasi. Jelas Fahrani. (San)








