Klaten — Bhayangkara-lipsus.com – Prestasi membanggakan yang di peroleh Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten , Provinsi Jawa Tengah, H.Junaedhi Mulyono,.S.H. dalam mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia yang berlangsung dari tanggal 14 Juli hingga 4 Agustus 2026
Program tersebut merupakan program dari Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok dan diselenggarakan oleh Pusat Layanan Kerja Sama Internasional, Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok, serta didanai sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok serta dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggi Telah memberikan banyak sekali sudut pandang baru bagi saya pribadi maupun rekan-rekan seperjuangan dari berbagai penjuru nusantara.
Program dari Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok yang diselenggarakan oleh Pusat Layanan Kerja Sama Internasional, Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok, serta dikoordinasikan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta.
Menurut Junaedi Mulyono dalam pelatihan tersebut tidak hanya memberikan materi di ruang kelas, tetapi juga pengalaman langsung mengunjungi desa-desa maju, kawasan pertanian modern, koperasi, industri berbasis desa, serta pusat inovasi di Beijing, Yunnan, dan Hunan.
“Dari Tiongkok saya belajar bahwa kemajuan desa dibangun melalui kepemimpinan yang kuat, perencanaan yang konsisten, inovasi, serta keterlibatan aktif masyarakat. Desa maju bukan berarti meninggalkan identitasnya, tetapi mampu mengembangkan potensi lokal dengan sentuhan teknologi dan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman tersebut sangat relevan diterapkan di Desa Ponggok dengan jumlah sekitar 2.152 jiwa yang terbagi dalam 4 dusun, 6 RW, dan 12 RT. Mayoritas warga bekerja di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisatamelalui pengelolaan BUMDes Tirta Mandiri.
Lokasi Geografis: Dataran rendah Di Kecamatan Polanharjo, Klaten. Mata Pencaharian Penduduk Pariwisata Air: Mengelola pemandian mata air populer seperti umbul Ponggok. Sektor Lain: Pertanian, budidaya perikanan dan UMKM lokal.
Menurut Junaedhi , potensi tersebut menjadi modal besar untuk membawa Ponggok naik kelas sebagai desa yang tidak hanya kuat di sektor pertanian,dan perikanan tetapi juga unggul dalam pelayanan publik, penguatan UMKM, digitalisasi pemerintahan, pengembangan BUMDes, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pelajaran terbesar dari Republik Rakyat Tiongkok bukan menjadikan seperti desa-desa di Tiongkok, tetapi bagaimana kami mampu mengelola potensi yang sudah dimiliki secara lebih profesional, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap berbagai gagasan yang diperoleh dari Tiongkok selama pelatihan dapat diwujudkan menjadi program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di akhir keterangannya, Junaedhi menyampaikan apresiasi kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Bapak Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa Bapak Ahmad Riza Patria, seluruh jajaran Kemendes PDT, Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, serta seluruh penyelenggara yang telah memberikan kesempatan belajar bagi para kepala desa Indonesia.
“Ilmu dan pengalaman yang kami peroleh akan menjadi bekal untuk mewujudkan Desa Ponggok yang semakin maju, mandiri, inovatif, dan sejahtera. Karena membangun desa sesungguhnya adalah menyiapkan masa depan,” Pungkasnya.
#BangunDesaBangunIndonesia #KemendesPDT








