Karanganyar — Bhayangkara-lipsus.com – Tempat Pangeran Sambernyawa meditasi dan Susun Strategi Perang, Kini Jadi Jujugan calon Pejabat maupun yang lainnya yang Punya Hajat di Sendang Bejen di Dusun Dawe, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar. Selasa (07/04/2026)
Pangeran Raden Mas Said atau Pengeran Sambernyawa dikenal dengan kegigihan dan keganasannya dalam berperang melawan VOC Belanda. Dalam mengatur siasat perang, Pangeran Sambernyawa diceritakan juga melakukan persembunyian di sejumlah lokasi, salah satunya di sumber mata air Sendang Bejen, Karanganyar.
Sendang Bejen ini terletak di Dusun Dawe, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.
Tempat ini diyakini merupakan petilasan Pangeran Sambernyawa. Menyimpan jejak sejarah perjuangan sosok, yang kemudian hari menjadi pendiri sekaligus penguasa pertama Kadipaten Mangkunegaran bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I itu.
Pada masa penjajahan VOC Belanda, Sendang Bejen jadi tempat persembunyian Pangeran Sambernyawa.
Di sanalah Pangeran Sambernyawa bersemedi dan menyusun strategi perang. Serta melatih bela diri dan memanah para prajurit perang.
Tak heran, banyak yang percaya jika di lokasi itu menyimpan benda-benda pusaka di zaman kerajaan, yang masih tertinggal di sendang.
Jadi Tempat Wisata Spiritual
Karena sejarahnya tersebut, Sendang Bejen kemudian menjadi tempat yang istimewa.
Petilasan Pangeran Sambernyawa itu menjelma menjadi destinasi wisata spiritual.
Menuju lokasi petilasan itu ditandai dengan adanya gapura batu bata merah nan gagah, bertuliskan “Petilasan Raden Mas Said/Sambernyowo”.
Masuk ke dalamnya, pengunjung akan disuguhi pemandangan sawah yang hijau serta pohon-pohon besar yang menjulang. Konon, pohon-pohon itu telah berusia ratusan tahun.
Secara umum, lokasi itu menghadirkan suasana ala kerajaan masa lampau.
Tempat itu jadi salah satu jujugan bagi orang-orang yang ingin berwisata spiritual.Tak hanya dari wilayah sekitar, bahkan orang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Latar belakang pengunjung pun beragam. Mulai dari tokoh nasional, pejabat daerah seperti bupati, anggota DPRD, santri, masyarakat lokal, dan para abdi dalem Pura Mangkunegaran.
Mayoritas pengunjung datang karena menginginkan hajat mereka terwujud.
Mereka beribadah salat sunah dan dzikir, dan memanjatkan doa untuk mendapat keberkahan.
Ada pula pengunjung yang mandi atau minum dari air sendang. Sebab, banyak yang percaya air dari Sendang Bejen itu memiliki keistimewaan. Bahkan bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Sumber Air Tak Pernah Kering
Di samping aspek kepercayaan kekuatan spiritual, keberadaan sumber air di Sendang Bejen juga jadi sarana vital mencukupi kebutuhan air bersih.
Sumber mata air di sana tak pernah kering, meski saat kemarau panjang.
Bahkan, air Sendang Bejen kini juga digunakan untuk sumber air kolam renang di lokasi tersebut.
Sehingga pengunjung yang ingin berekreasi bersama keluarga, bisa datang ke sana untuk berenang di kolam renang atau sekadar foto-foto dan menikmati suasana sejuk khas lereng Gunung Lawu.
Saat bhayangkara lipsus mewawancarai salah satu calon lurah berinisial BD mengatakan saya kesini ingin hajatan saya terkabul dn terpilih menjadi lurah di desa saya.(Gogor)








