Surakarta – Bhayangkara-lipsus.com – Senin 27/01/2026 – Masyarakat Surakarta sangat antusias menyaksikan upacara Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunegara ke 4, peringatan yang diadakan setahun sekali ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung prosesi Tingalan jumenangan Mangkunegaran x, jumenangan ini dihadiri beberapa tokoh dr wakil presiden MPR bupati
Perwakilan dari kerajaan di Yogyakarta yang menghadiri acara tersebut adalah GKBRAA Paku Alam (Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam). dari keraton kasunanan Surakarta yang datang KGPH Hangabehi bersama Gusti Moeng KPH Eddy Wirabhumi dan graj putri purna Ningrum
Dan 18 tokoh mendapatkan kekancingan atau kenaikan pangkat yang dilakukan oleh Mangkunegara x
Sejumlah tokoh itu berasal dari berbagai kalangan mulai dari politikus, bupati, artis, hingga direktur BUMN. Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, Bupati Blora Arif Rahman, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri termasuk di antara penerima gelar.
Ada juga Haryadi Anggoro Kadarisman, Ivan Yustia Vandana, Yustinus Suroso, Bondet Wrahatnala. Kemudian Putri Aninditya, Maesa Samola, Adi Septya Nugroho, Amadeus Erwin Pradana, Andrini Kusuma Hapsari, Victor Juan Tanojo, Lilik Setiawan, Cahyahaning, dan Marsal Prihadi.
Sebagai pemimpin kadipaten Mangkunegaran, Mangkunegara x berperan penting dalam memelihara dan menjaga kekayaan budaya serta tradisi Jawa solo.tingalan jumeneng adalah peringatan sakral tahunan atas kenaikan tahta penguasa Mangkunegaran, khusus nya kgpaa Mangkunegara x.ini menjadi simbol rasa syukur refleksi kepemimpinan dan legitimasi kekuasaan yang diwariskan turun-temurun.
Prosesi Tingalan Jumenengan Mangkunegara meliputi beberapa rangkaian acara di Pura Mangkunegaran. Pada tahun-tahun sebelumnya, acara dibuka dengan masuknya KGPAA Mangkunegara X dan menempati singgasananya dalam prosesi Lenggah Jumeneng.
Berikut ini adalah rangkaian acara dalam Tingalan Jumenengan MangkunegaraTarian anglir mendhung ditampilkan dalam Tingalan Jumenengan dan dianggap sakral karena hanya ditampilkan di acara penting kerajaan.
Dalam prosesi Wilujengan Ageng, rasa syukur ditunjukkan sebagai harapan agar tetap sejahtera. Sabda Dalem menjadi momen bagi KGPAA Mangkunegara X untuk menyampaikan wejangan dan visinya untuk satu tahun ke depan, memberikan arahan dan pesan moral bagi abdi dalem dan masyarakat.
Wartawan bhayangkara lipsus mewawancarai Bambang Pacul mengaku bahagia karena KGPAA Mangkunagoro X memberikan hadiah berupa gelar Kanjeng Pangeran. Ia merasa terhormat mendapatkan hadiah itu.dan merasa bahagia sebagai korea melenting dalam kultural. Pelentingan kultural. Kan ada melenting dari kekuasaan, melenting duitnya, melenting pengetahuannya, ini melenting kulturalnya,”katanya (Gogor)








